1:58am
Seperti biasa mata ajaib yang punya 'otak' sendiri ini menolak untuk ku ajak tidur. Dan di jam jam seperti ini otak pribadi ku seakan bekerja dua kali lebih keras memikirkan apapun yang seharusnya tidak dipikirkan di malam selarut ini. Entah itu kejadian kemarin, hari ini atau bahkan yang belum terjadi. Semakin malam semakin menggila. Otak ku sepertinya lama kelamaan malah berpihak kepada mata ku, bukan sebaliknya. Dan sialnya disini, aku korbannya. Yaah.. memang, sudah dari bertahun2 lalu aku ikhlaskan insomnia terkutuk ini jadi bagian dalam hidup ku, tapi bukan bearti itu tidak menjengkelkan. Tapi bukan itu alasan aku menulis malam ini, bukan untuk mengeluhkan keluhan basi bertahun lalu, bukan.
Tiba2 saja malam ini otak ku berpikir tentang perkataan gilank yang sering sekali bilang kalau aku seperti mama nya, atau dia terkadang melihat sosok mama nya di aku. Tidak terlalu sering memang kemiripan itu, tapi pasti. Jujur, senang rasanya mempunyai kemiripan denga ibu dari laki laki yang sangat aku sayangi. Bukankan ibu adalah urutan manusia pertama dimana seseorang merasakan kenyamanan tanpa batas? Kecintaan yang tak berujung dan kerinduan yang sanggup meneteskan air mata. Dan seseorang yang karna dia lah kamu sanggup melakukan apapun demi melihatnya tersenyum? Apapun.
Respon pertama yang kurasakan setelah dia bilang soal kemiripan itu, aku merasakan perlahan tapi pasti ada aliran darah hangat yang dengan cepat mengalir ke dada ku, rasanya menyenangkan..
Tapi setelah itu perkataan gilank soal kemiripan aku dan mama nya itu juga membingungkan. Kau tau kenapa? Mama gilank adalah wanita yang sangat wanita menurut ku, anggun.. type wanita baik hati yang lembut perangainya.
Lalu aku? Maksudku, aku wanita baik hati. Jelas.
Tapi dari semua orang yang mengenalku, sebagian diantaranya bahkan lebih, selalu bilang aku adalah laki laki yang terjebak di tubuh perempuan. Sialan memang, tapi sayangnya dengan sangat berat hati.. aku juga merasakan sedikit banyak yang mereka bilang itu benar. Jadi kalau di lihat secara kasat mata kenyataannya aku dan mama nya gilank itu dua sisi yang berbeda. Lalu bagian mananya dari aku yang membuat gilank merasa menemukan 'mama' nya?
Setiap aku tanya dengan yang bersangkutan, dia hanya tersenyum dan menerawang.. lalu tersenyum lebih lebar. Dan kata kata yang keluar dari mulutnya "ada lah.. pokonya kamu tuh mirip mama" lalu tersenyum lagi.
Hhmmm.. apapun itu mungkin memang cuma gilank yang bisa merasakan. Dan mungkin memang hanya bisa dirasakan tanpa bisa di ungkapkan. Karena bukankah keindahan hakiki bukannya milik mata yang dapat melihat atau mulut yang dapat melontarkan rayuan, tapi hanya hati yang bisa merasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar